Kamis, Oktober 13, 2016

Film Pinky Promise

[Review Film]


Poster Film Pinky Promise from Wikipedia
Bulan Oktober adalah bulan dimana diperingati sebagai bulan kepedulian terhadap kanker payudara.
Pada 13 Oktober 2016 saya berkesempatan untuk hadir di acara yang bertajuk "Garda Medika Octobreast" di CGV Blitz Mall Of Indonesia (MOI) dengan salah satu agenda nya adalah Nobar Film "Pinky Promise".

Tiket Blitz Nobar Pinky Promise
Sebuah film arahan sutradara Guntur Soeharjanto yang menceritakan tentang beberapa kisah persahabatan para penderita kanker payudara dari berbagai stadium, latar belakang, usia dan  profesi di sebuah komunitas bernama Rumah Pink. Film ini menggaet banyak artis dan aktor ternama Indonesia untuk terlibat didalamnya, dari mulai yang masih muda bahkan yang senior.

Detail
Judul Film: Pinky Promise
Genre: Drama
Rumah Produksi: MP Pro
Cast
Agni Pratishta sebagai Tika
Ira Maya Sopha sebagai Tante Anind
Dhea Seto sebagai Ken
Dhea Ananda sebagai Vina
Alexandra Gottardo sebagai Baby
Jajang C Noer sebagai Teman Tante Anind
Asrul Dahlan Lubis sebagai Pacar Baby
Joshua Pandelaki sebagai Dokter
Maudy Koesnaedi sebagai Mama Ken
Gunawan sebagai Papa Ken
Cahya Kamila sebagai Tante Ken
Ringo Agus Rahman sebagai Suami Vina
Derby romero sebagai Sahabat Ken
Edward Akbar sebagai Client Tika
Bobby Tarigan sebagai Penderita Kanker Payudara (Pria)
Chelsea Islan sebagai Chelsea
Donny Alamsyah sebagai Mantan Tunangan Tika

Awalnya saya mengira Chelsea Islan sebagai tokoh utama di film ini, tetapi ternyata di film ini dia hanya sedikit tampil sebagai seorang artis ambasador untuk komunitas love pinky yang juga merupakan sahabat ken. Ken yang diprankan oleh Dhea Seto yang merupakan dara 17 tahun putri dari Kak Seto.

Film ini di diawali dengan menujukkan latar belakang masing-masing tokoh, yaitu Tika yang gagal menikah kemudian bersama tantenya yang mengidap kanker payudara mendirikan rumah pink sebagai sarana untuk menampung keluhan serta aktivitas yang mampu mengembalikan semangat para penderita kanker payudara sampai sembuh. Yang kemudian berkat didirikannya rumah pink tersebut mereka dipertemukan dan mulai lah banyak kisah yang diceritakan masing-masing tokoh, dengan ending yang berbeda-beda setiap tokohnya.

Film yang cukup menarik perhatian, karena dari judulnya saja sudah unik, yaitu pinky promise atau pinky swear yang dilakukan dengan cara mengaitkan jari kelingking dengan orang lain sebagai tanda komitmen. Komitmen pada makna pinky promise di film ini adalah komitmen untuk melawan kanker payudara.

Dan uniknya dua artis yang benar-benar digundul demi totalitas perannya di film ini yaitu Agni Pratishta dan Dhea Seto, tetapi mereka tetapi tetap cantik meskipun rambutnya digunduli.

Buat yang penasaran, mari bergegas menuju bioskop terdekat. Ajak orang-orang tersayang kita untuk menyaksikan kisah seru dan mengharukan di film Pinky Promise.
Foto dengan para blogger sebelum nobar (Mbak Siti dan Mbak Melati)

Terima Kasih  ^_^

16 komentar:

  1. Film yang menggugah semangat para penderita untuk selalu berjuang...

    BalasHapus
  2. Mengharukan dan ada nilai edukasinya terutama pengenalan lebih jauh serta beberapa pengobatan kanker

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyak bagus filmnya, mbak siti nangis ya kemarin? aku kok gak nangis ya malah ketawa liat alexandra gottardo

      Hapus
  3. Bagus ya filmnya? Mau nonton jg ah.
    Resensinya kurang panjang mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus mbak ratu. Hahahah sengaja mbak biar pada penasaran, terus nonton sendiri deh hihihihi

      Hapus
  4. Liat teasernya di bioskop aja sedih mbaaa... nonton ga ya, takut jadi mellow... >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Imanuella, bagus banget mbak ayo nonton

      Hapus
  5. pemainnya bener2 digundul ya... hebat, padahal rambut bagi wanita itu sudah seperti mahkota ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, agni pratista & dhea seto yang bener-bener di gundul demi totalitas perannya :D

      Hapus
  6. semoga jadi film wajib pengenalan kanker payudara di Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, sama seperti harapannya Chelsea Islan

      Hapus
  7. Film kaya gini memang perlu untuk disosialisasikan sebagai pengingat untuk semua orang khususnya para perempuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, perfilman Indonesia makin memperbaharui diri dengan mengusung tema hal yang sangat penting bagi masyarakat.

      Hapus
  8. masih tayang kah film ini Mba Wuri? penasaran pengen nonton euy! :)

    BalasHapus